TENTANG SOFTSKILL

Salah satu indakator penilaian pada saat seorang alumni mencari pekerjaan adalah pada saat menghadapi psikotest dan wawancara. Kemampuan tersebut tidak didapatkan secara formal selama mereka menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Karena itu diperlukan pembekalan lulusan dari Politeknik Negeri Lhokseumawe agar memiliki pengetahuan tentang psikotest dan wawancara.

Kelemahan yang masih dirasakan oleh setiap lulusan yaitu pada saat berhadapan dengan serangkaian test dalam penjaringan tenaga kerja dalam memasuki dunia kerja. Di mulai dengan proses pembuatan surat lamaran kerja dan pengisian curriculum vitae yang terkadang menjadi penilaian awal keberhasilan seleksi administrasi. Kemudian menyikapi standar penilaian yang ditentukan pada saat mengikuti psikotest dan menyesuaikan sikap dalam menghadapi proses wawancara dengan pihak user atau perusahaan yang melakukan perekrutan. Pengetahuan itu bisa didapatkan melalui pelatihan dan pemantapan softskill.

Tujuan utama kegiatan ini adalah membuka wawasan dan memberikan semangat baru bagi lulusan PNL agar dapat belajar  untuk memotivasi diri  dalam mengembangkan soft competency yang dimilikinya walau tidak nampak dari luar dan sangat sulit terukur, namun soft competency atau softskill itu merupakan nilai utama yang harus dimiliki oleh seorang lulusan perguruan tinggi dalam membidik peluang kerja yang diharapkan sesuai dengan hard competency yang telah dimilikinya selama mengecap pendidikan di perguruan tinggi.  Dunia kerja akan segera  dihadapi oleh para lulusan dengan berbagai tantangan dan model uji yang beragam.  Diawali dengan menghadapi proses rekrutasi  atau seleksi pada tahap administrasi, uji kompetensi akademik,  psikotest,  interview, dan  sebagainya,,semuanya membutuhkan pengetahuan dan kemampuan yang sangat mahal nilainya, dan mendapatkannya pun tentulah sangat sulit. Karena itu pada hari ini kami mengundang para pemateri dari Lembaga Konsultan Psikologi yang akan berbagi ilmu dan kiat-kiat sukses bagi lulusan yang akan menghadapi dunia kerja dan dapat menjadi pekerja yang professional, memiliki attitudes dan kepribadian yang baik, memiliki kecakapan berinteraksi social dan kemampuan komunikasi yang baik.

Politeknik Negeri Lhokseumawe yang mengacu pada pendidikan vokasi, sudah selayaknya para lulusan mampu menembus pasar kerja di dunia industry yang sesuai dengan kompetensi bidang ilmu yang telah ditempuhnya. Namun tujuan akhir yang diharapkan oleh para lulusan dapat diterima sebagai karyawan, justru mereka pada umumnya gagal hanya  pada kemampuan softskill mereka saat mengikuti psikotest, interview dan sebagainya. Hampir 70% para lulusan merasa kewalahan dengan kondisi tes tersebut, oleh karena itu CDC Politeknik Negeri Lhokseumawe bertanggung jawab untuk memperbaiki kondisi tersebut menjadi lebih baik. CDC akan memfasilitasi penyelenggaran workshop softskill dengan lembaga psikologi yang kompeten dalam bidang ini, dan sekaligus materi tes potensi dengan teknik-teknik terbaru saat ini.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan softskill lulusan seiring dengan kemampuan hardskill yang telah didapatkan selama menempuh pendidikan. Pengembangan softskill ini juga dapat membantu pembentukan karakter yang baik, merubah pola pikir yang tadinya mahasiswa menjadi seorang pencari kerja, serta memotivasi lulusan agar optimis dan percaya diri dalam menghadapi dunia kerja yang akan dihadapi untuk meraih masa depan dan menjadi manusia yang dapat diterima dalam masyarakat nantinya.

Leave a Comment

10 − 3 =